Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Muslimah. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 05 November 2016

Tindak Kekerasan Pada Perempuan, Bagaimana Mencegahnya?

Tindak Kekerasan Pada Perempuan, Bagaimana Mencegahnya?
 Hasil gambar untuk stop kekerasan
     Terjadinya kekerasan terhadap perempuan tidak terleps dari dianutnya budaya patrilineal oleh masyarakat Indonesia yang menempatkan perempuan sebagai manusia nomor dua, sedangkan laki-laki adalah manusia nomor satu. Budaya ini terkontruksi secara terus-menerus dalam waktu yang lama, sehungga menciptakan pola hubungan yang tidak seimbang antara perempuan dan laki-laki.

     Ketidakberimbangan ini menimbulkan dampak negatif dalam kehidupan masyarakat yang bermanifestasi dalam bentuk ketidakadilan terhadap perempuan, seperti memarginalkan dalam mendapatkan kesempatan, penomorduaan dalam mengambil keputusan, dan menjadi korban kekerasan. ketidakadilan terhadap perempuan menyebabkan lemahny posisi perempuan rentan terhadap kekerasan.

     Berdasarkan penelitian lembaga Legal Resource Center yang berfokus pada keadilan gender dan hak asasi manusia, diperoleh hasil bahwa jumlah kekerasan terhadap perempuan semakin tahun semakin banyak jumlahnya. korban kekerasan ini tidak hanya terbatas pada perempuan dewasa, tetapi juga pada anak-anak. (Jurnal Dinamika Hukum)

     Kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan tidak banyak yang dilaporkan dan diproses secara hukum, karena banyak faktor, salah satu faktor yaitu dari hukum pidana sendiri. proses peradilan pidana yang panjang itu ternyata menitikberatkan pada pelaku kejahatan saja, sedankan korban berada dalam posisi yang tidak menguntungkan.

     Jumlah kasus kekerasan terhadap perempuan bagaikan fenomena gunung es, hal ini dikarenkan untuk mengetahui jumlah kekerasan terhadap perempuan hanya berdasarkan data laporan masyarakat, sedangkan kemungkinan lebih banyak lagi kasus yang tidak dilaporkan karena alasan ada hubungan khusus dengan korban dan perasaan malu dari korban apabila kasusnya diketahui orang banyak.

     Kekerasan terhadap perempuan saat ini tidak hanya merupakan masalah individu atau masalah nasional, tetapi sudah menjadi masalah global. Berkaitan dengan itu, maka permasalahan tersebut menjadi tanggung jawab kita semua untuk mencegahnya dengan cara menjaga diri sendiri dari hal-hal yang menyebabkan terjadinya kekerasan maupun pelecehan seksual.

     Salah satu caranya adalah menjauhi diri dari pergaulan bebas. Menurut Muhammad thalib, islam mengharamkan pergaulan bebas antara lelaki dan perempuan bukan mahram, dengan alasan-alasan berikut : Pergaulan bebas lelaki dan perempuan akan merusak moral, pergaulan bebas juga merusak kehormatan kaum perempuan. Dari faktor-faktor inilah kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan mudah terjadi.

     Selain menjauhkan dari pergaulan bebas, juga kita harus berhati-hati dengan orang lain, baik dari orang terdekat maupun orang yang tak dikenal sekalipun. Faktanya pelaku kekerasan dan pelecehan terhadap perempuan adalah orang yang terdekat dengan korban.

     Beberapa pencegahan lainnya dari tindak kekerasa dan pelecehan terhadap perempuan adalah dengan mengusahakan tidak berpergian di malam hari dan tidak berpergian sendiri, dan menghindari dari memakai sesuatu yang menarik perhatian, dan juga membekali diri dengan kemampuan bela diri, dan cara terakhir adalah banyak-banyaklah berdo'a dan memohon pertolongan dan keselamat agar terhindar dari tindak kekerasan dan pelecehan tersebut. Wallahu A'lam Bisshawab  

  

Jumat, 28 Oktober 2016

Mutiara Itu Bernama Akhlak



Mutiara Itu Bernama Akhlak
Hasil gambar untuk gambar akhlak
“Sesungguhnya Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia”. Akhlak adalah permata dan harga diri manusia, karena akhlak adalah cara Tuhan membedakan manusia dengan hewan. Agama Islam menempatan akhlak di posisi tertinggi yang harus dimiliki bukan hanya pribadi muslim melainkan juga oleh masyarakat.

Akhlak menjadi prioritas yang tidak bisa diabaikan dalam kehidupan manusia, terutama dalam hidup bermasyarakat. Manusia dapat membahayakan dirinya sendiri jika tidak memiliki akhlak yang baik, misalnya sifat dengki di antara manusa dapat menyebabkan pertikaian dan permusuhan yang berkepanjangan.

Oleh sebab itu salah satu dari misi Islam adalah untuk mengajak manusia untuk berakhlak yang baik agar mendapatkan kebahagiaan dan terhindar dari pebuatan yang buruk, Nabi Muhammad telah menjadikan akhlak sebagai tujuan utama pengutusannya, akhlak yang baik bagaikan sebuah wadahnya agama, bahkan Imam Syafi’i mengisyaratkan “jika manusia tak berakhlak, maka kematian lebih pantas baginya”.

Bahkan untuk membahagiakan hati orang tua dan masyarakat yang dibutuhkan bukan banyaknya ilmu pengetahuan melainkan akhlak yang baik, berikut cara bagaimana seorang muslimah harus bertindak :

Muslimah harus berpegang teguh pada agama
            Menjadi muslimah yang baik, mereka harus berpegang teguh pada agama, meyakini dan taat kepada Allah SWT dan utusannya, dan berbakti kepada kedua orang tua, dan mengedepankan hak asasi manusia, dan juga menjalankan kewajibannya sebagai hamba Allah.

Membiasakan bertindak dengan Akhlak yang baik
           Seorang muslimah harus membiasakan diri bertindak dengan akhlak yang baik sedini mungkin agar menjadi kebiasaan yang melekat pada dirinya hingga dewasa. Mengapa demikian? Karena membentuk akhlak itu seperti membentuk batang pohon. Jika merubahnya sedini mungkin maka akan dengan mudah dibentuk, namun jika dirubah sudah pada usia dewasa maka sulit, bahkan jika dipaksakan maka akan patah.

Inilah betapa pentingnya akhlak yang baik bagi kehidupan manusia, bahkan jika sebuah negara ingin menjadi negara yang baik dan maju maka perbaiki dulu akhlak masyaraktnya. Kemajuan suatu bangsa tidak dilihat dari seberapa banyaknya ilmu pengetahuan yang dimilikinya, bahkan pemimpin Mesir di masa lalu – S’ad Zuglul Basya – mengatakan “kami tidak membutuhkan kepada banyaknya ilmu pengetahuan yang dimiliki, akan tetapi kepada bagaimana akhlak baik yang harus diterapkan kepada kehidupan sehari-hari.

Mutanabbi berkata “Tidak akan ada keindahan di wajah seorang perempuan, kecuali ia memiliki akhlak yang mulia”, bagaimanapun usaha seorang perempuan menghias wajahnya seindah mungkin, namun jika tidak memiliki akhlak yang baik maka sia-sialah itu.


Rabu, 26 Oktober 2016

Sehat Dengan Berhijab



Sehat Dengan Berhijab
Hasil gambar untuk gambar kartun jilbab 
Manusia memang sangat mencintai keindahan dan kebersihan, sehingga mereka sangat  memperhatikan penampilannya mulai dari ujung rambut sampai dengan ujung kaki, bukan hal yang luar biasa jika mereka rela menghabiskan banyak uang untuk menjaga penampilannya. 

Begitupula dengan rambut, rambut yang dikenal dengan mahkota harus selalu dijaga keindahannya. Tak sedikit orang yang rela mengeluarkan banyak kocek uang di salon-salon kecantikan untuk memperindah rambut. Inilah yang menjadikan beberapa orang enggan untuk menggunakan jilbab yang telah diperintahkan oleh Tuhan.

Banyaknya iklan-iklan di media massa yang mempromosikan shampo untuk menjadikan rambut lebih bagus dan indah. Rupanya di balik gencarnya iklan-iklan perawatan rambut itu, ada kalangan yang mengaitkan rambut indah dengan kewajibab berjilbab. Katanya memakai jilbab bisa mengakibatkan ketombe, rambut rontok, dan segala jenis penyakit rambut lainnya yang menjadikan kaum hawa berfikir panjang untuk memantapkan hatinya berjilbab.

Seharusnya sebagai orang yang berpendidikan, kita tidak boleh menerima mitos begitu saja sebelum mengetahui kebenarannya. Rambut rontok tidak pernah ada kaitannya dengan berjilbab bukan? Karena faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan rambut meliputi faktor fisiologik (yang terdiri dari hormon, metabolisme, nutrisi, dan vaskularisasi), dan juga faktor patologik yang  meliputi peradangan sistemik atau setempat dan obat.

Dr Rodney Sinclair, pimpinan The Australian Hair and Wool Research Society yang juga dosen senior dermatologis di Universitas Melbourne menolak mitos-mitos tentang ketombe yang mengatakan ketombe itu menular lah, bisa disembuhkan lah, disebabkan oleh kulit kepala yang kering lah, diakibatkan oleh stres lah, timbul dari kulit kepala tidak bersih lah, rambut berminyak lah, dsb.

Menurut beliau, Ketombe atau dandruff adalah keadaan ketika pengelupasan kulit kepala terjadi lebih cepat dari biasanya, hal ini disebabkan oleh pertumbuhan berlebih jamur Mallasezzia. Tetapi sebenarnya jamur Mallasezzia ini ada di kulit kepala setiap orang. Untuk menghindari ketombe yang mengganggu kulit kepala kita, maka dianjurkan untuk menghindari stres yang berkepanjangan, karena stres dapat memicu peningkatan hormon androgen yang memicu timbulnya produksi minyak yang berlebihan. Begitupula dengan pola makanan, kita harus mengkonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat, protein, lemak, vitamin, zat besi. Dan mineral.

Untuk masalah yang lebih berat, gunakan sampo yang mengandung bahan zink, asam salsilat, ter, selenium sulfida, ketoconazole. Adapun untuk mengatasi rambut rontok kita dianjurkan untuk menggunakan conditioner dengan didampingi pemakaian lemon, minyak zaitun, dan madu.

Berjilbab selain menjalankan perintah Tuhan sesuai dengan Al-Qur’an surat An-Nur (24) ayat 31 dan al-Ahzab (33) ayat 59, juga menjaga kesehatan kulit kepala dari bahaya sinar ultraviolet yang bisa merusak kesehatan rambut dan kulit. Begitupula dengan ajaran untuk mengulurkan jilbab sampai ke dada, tidak lain sebagai penjagaan agar rambut dan kulit kepala tetap mendapatkan sirkulasi udara yang baik. 

Saudaraku yang sudah istiqomah berjilbab, dr Dewi Inong Irana SpKK memberika tips tips sehat berjilbab diantaranya adalah :
1.   Pilihlah Jilbab dari bahan yang mudah menyerap keringat, seperti katun atau kaos.
2.   Jika ingi memakai kerudung berlapis-lapis, jangan lebih dari empat helai
3.   Hindari menggunakan lapisan kerudung dengan terlalu sering dan kencang, karena menyebabkan rambut sulit bernafas dan menjadikan kulit kepala lembab.
4.   Lebih baik mengurai rambut dan tidak mengikatnya terlalu kencang ketika berjilbab, maka dari itu sebaiknya panjang rambut tidak melebihi 60 CM.
5.   Hindari warna gelap untuk berjilbab
6.   Jangan membiasakan mengikat jilbab di bagin leher
7.   Jangan menutup rambut ketika masih basah
8.   Kertika dalam lingkungan yang aman yang terbebas dari muhrim, sebaiknya jilbab dibuka.

Nah saudaraku, Berjilbab bisa menyehatkan bukan? Bahkan Jilbab justru menjadi alat pemulia kaum hawa. Maka sebagai wanita muslimah istiqomahlah dengan jilbabmu, karena jilbab akan membawamu bahagia dunia dan akhirat.
Wallahu a’lam bisshawab